Korupsi adalah satu kata yang marak dibicarakan khalayak ramai. Dari masyarakat biasa sampai kalangan pejabar tinggi di seluruh dunia sudah mengenal istilah korupsi. Nampaknya korupsi sendiri menjadi permasalahan utama di bangsa ini. Tiap hari, ada saja kasus-kasus korupsi yang sering menyita perhatian. Dari mulai kasus Bibit dan Candra, Gayus Tambunan, sampai Nazaruddin dan Melinda Dee, sudah gencar berita itu diberitakan di berbagai media pers. Berita itu tiada henti di beritakan. Akan tetapi, melihat kasus korupsi yang silih berganti, berita-berita tersebut tidak harus selalu dipandang menjadi sisi berita yang negatif saja. Karena berita positifnya juga ada,itu berarti adanya juga upaya provocative yang dilakukan oleh media pers. Mereka melakukan upaya pemberantasan korupsi, dengan berhasil mengungkap kasus-kasus yang sebelumnya disembunyikan.
Dahulu, pada zaman era reformasi tidak ada pejabat tinggi,eksekutif, gubernur, bupati, walikota, yang dijerat kasus korupsi. Tapi sekarang, di legislatif, puluhan anggota DPR dan ratusan anggota DPRD sedang dan telah mengalami proses hukum. Sama halnya dengan yudikatif, hakim, jaksa, polisi, advokat, kurator telah pula tertangkap tangan kasus suap-korupsi. Indonesia pasca reformasi adalah Indonesia yang lebih demokratis. Negara yang lebih antikorupsi, lebih transparan dan partisipatif. Sehingga kebebasan pers berkembang pesat di era ini. Pers yang makin bebas pasca reformasi adalah salah satu elemen vital yang menguatkan upaya pemberantasan korupsi. Pemberitaan kasus korupsi yang terus hadir membuat kita disadarkan bahwa korupsi masih terus diberantas.
Saya pribadi pun, setuju dengan pers karena khalayak umum mengetahui berita korupsi datangnya dari pers. Selain itu terkadang pemerintah KPK sendiri mengetahui berita atau laporan korupsi pertama dari pers. Dan pasca reformasi ini, atau sebulah beberapa tahun ini, President kita Pak Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sangat respect atau tanggap dengan aksi pemberantasan korupsi, dengan didirikannya KPK. KPK itu sendiri adalah upaya pemerintah untuk memberantasan korupsi. Walaupun tidak semuanya koruptor terjaring semua oleh KPK. Hanya dengan ukuran batas kekayaan hasil korupsi tertentu, yang bisa ditindak lanjuti ke proses hukum. Tapi setidaknya itu sudah menjadi bukti awal, bahwa negara kita sudah tanggap untuk memberantas korupsi.
Kalau menurut ka Panji, salah satu upaya pemberantasan korupsi juga ditunjang oleh anak mudanya. Mengapa begitu? Karena dari zaman 1908 sampai sekarang, negara ini lebih hidup karena aksi pemudanya yang aktif menciptakan perubahan-perubahan untuk bangsanya. Masih ingatkah anda dengan peristiwa tahun 1908, 1945,? Di tahun 1908, pemuda Indonesia menciptakan organisasi kepemudaan yaitu Budi Utomo yang dipelopori Sutomo beserta kawan-kawannya, Masih ingatkah anda ketika Para pemuda Indonesia menculik Soekarno ke Rengasdengklok dan membujuknya untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, Jika saat itu pemuda tidak segera membujuk Soekarno untuk memproklamirkan kemerdekaan, berapa lama lagi bangsa kita merdeka, Ingatkan anda dengan Ki hajar Dewantara yang dulu ia belum lulus sarjana tapi ia berani dan mau untuk mendirikan taman belajar untuk rakyat Indonesia. Masih ingatkan anda, dengan peristiwa Hari Kebangkitan Nsional, dimana banyak pemuda yang menentang kepemimpinan orde baru dan mereka mempertaruhkan nyawanya untuk menciptakan perubahan ideologi yang lebih demokratis. Itu semua menunjukkan pada kita, bahwa betapa besar peran dan pengaruh aksi Pemuda Indonesia dalam menciptakan perubahan yang positif untuk negeri ini. Kita juga sebagai pemuda, harus yakin bahwa kita bisa menciptakan perubahan dan memerangi korupsi di Indonesia, negeri kita tercinta.
Menciptakan perubahan tersebuh dengan provocative dan proactive. Hal tersebut bukan dipersepsikan bahwa kita harus menyuarakan kata-kata “antikorupsi” melalui facebook atau twitter atau hanya berkoar-koar sepanjang jalan. Kata ka Panji, Beliau pernah melihat gerakan antikorupsi yang turun ke jalan. Mereka menyuarakan dan berkoar gerakan antikorupsi secara berkelompok dengan membawa bendera organisasi mereka masing-masing yang besar. Mereka membawa bendera Organisasinya yang besar tersebut dan aksis dengan mereka kelompok mereka sendiri tanpa mau berbaur dengan kelompok lain dengan terus berkoar dan mengibarkan bendera organisasinya. Padahal alangkah indahn ya kebersamaan, jika mereka bersatu menyuarakan bersama-sama dengan mengatasnamakan bendera Merah putih dan Negara Republik Indonesia.
Nah selanjutnya, yaitu Proactive. Proactive disini bujannya kita numpang aksis dengan aktif kontra terhadap korupsi melalui bikin status di facebook, twitter atau jejaring sosial lainnya. Karena di balik jejaring sosial tersebut itu membuat kita terkurung dalam dunia maya dan malas bergerak di dunia nyata. Kita juga mesti Proactive dalam artian kita harus turut andil dalam mengamalkan potensi yang kita miliki untuk mengurangi virus-virus korupsi. Dimulai dari diri kita sendiri, yang harus bersikap antikorupsi. Misalnya mengakui kesalahan saat ditilang polisi, bukannya malah kasih uang damai kepada polisi tersebut.
Mengamalkan potensi yang ada dalam diri kita untuk membantu memberantas korupsi. Ini dalam artian begini. Misalnya, Seorang ka Panji Pragiwaksono. Ia adalah seseorang yang mempunyai potensi dan bakat di bidang komunikasi yang baik. Ia biasa menjadi presenter, atau pembicara di berbagai seminar kepemudaan. Ia mendedikasikan dirinya untuk mengisi acara-acara seminar anti korupsi untuk dapat mengajak dan memberi motivasi kepada pemuda untuk optimis memberantas korupsi. Contoh lainnya, misalnya, jika anda adalah orang yang gemar dan mempunyai potensi dalam bidang menulis. Anda dapat menciptakan artikel atau bahkan buku yang berisi tentang antikorupsi. Atau bahkan jika anda anggota dewan atau pejabat tinggi. Jadilah anggota pemerintahan yang bersih dalam kinerjanya dan mempunyai kompetensi serta hati nurani.
Menurut ka Panji, di DPR itu, tidak semuanya jahat, dan tidak semuanya mempunyaib hati yang baik. Ada yang baik tetapi dia pura-pura jahat. Dia mencari tahu tentang gerak-gerik korupsi yang dilakukan oleh sesama anggota dewan. Lalu ia laporkan pada pers. Makannya jangan heran, ketika tiba-tiba muncul berita mengejutkan yang mengetahui dan menyelidiki berapa aset nominal yang dikorupsikan.
Untuk menjadi generasi muda yang baik. Kita juga harus mempunyai jiwa sosial atau hati nurani. Ka Panji sendiri mengakui bahwa ia mendirikan Yayasan kanker Anak, beliau juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, bahkan tak jarang ia sering mengikutinya sampai ke daerah terpencil seperti NTT. Ternyata di daerah NTT, tingkat gizi buruk dan tingkat kematian anak menduduki presentase paling tinggi. Faktor yang menyebabkan ini terjadi adalah keadaan ekonomi yang jauh dari kata “sejahtera”. Karena di daerah ini, kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
Dengan memiliki hati nurani dan jiwa sosial yang tinggi, rasa ingin membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Itu memberi pelajaran pada kita bahwa banyak orang yang tersiksa hidupnya karena korupsi. Kucuran anggaran dana kesejahteraan rakyat yang seharusnya mereka dapatkan, malah dikorupsi oelh orang-orang yang tak punya hati nurani (koruptor). Selain itu kita juga harus lebih banyak bersyukur bahwa banyak rakyat di negeri ini yang memerlukan kesejahteraan.
Maukah kita bersama-sama berantas korupsi......???
Itu hanya hati kita yang tahu dan menjawab. Jika kita ingin memberantas korupsi jangan pesimis jika banyak problem yang datang ketika kita mulai menentang korupsi dan politik yang kotor. Karena dalam setiap mengambil keputusan dan tindakan, pastilah ada resiko yang harus ditanggung.
Ø Katakan TIDAK untuk KORUPSI....
Ø KORUPSI...... NO WAY.....!
Ø Simpati saja,,, tanpa berbuat apa-apa, percuma cuy,,,
Lebih baik yukk, sama2 bertindak meskipun kecil daripada tidak sama sekali,,,
Ø Maukah anda mengorbankan kenyamanan anda untuk menciptakan perubahan untuk negeri ini??
Ø Mari satukan hati, satukan jiwa, satukan persepsi,, kita berantas KORUPSI…
Ø Jihad,,? Perangi korupsi…
Ø Jika kamu emang anak muda berhati nurani, ayo tunjukan integritasmu untuk berantas korupsi,,
Ø Skandal korupsi, suap, dan kriminal…. Sorry,, kaga ada dalam kamus gue… Pemuda Indonesia Sejati…






0 komentar:
Posting Komentar