Saat ini bulan Ramadhan. Andi duduk di bawah pohon yang rindang. Ketika itu ia sedang bersantai di pohon dekat rumahnya.
Tiba-tiba datanglah Ibuya Andi yang mondar-mandir keluar rumah. Melihat itu, Andi pun heran dan menegur ibunya,” emak ngapain kok mondar-mandir melulu?” seru Andi.
Emak Andi pun menghampiri anaknya,” ini loh, emak bingung, dari tadi emak nyariin gula buat masakan emak, tadi udah cari di warung, tapi gak ada, emak ga mungkin pergi ke pasar, pasar terlalu jauh, kagak cukup waktunya pan dah mau maghrib, emak harus cepet kelarin masakannya buat buka puasa di mushola nanti.” Sahut emak.
Andi diam sejenak. “Hmnnn… emak udah cari ke warung di kampung kita?” .
“Udah, tapi katanya kampung kita emang kehabisan stok gula, karena musim ujan ga berhenti-berhenti sehingga jarang orang pergi ke pasar.” Jelas emak.
Mendengar itu, andi pun prihatin, kampungnya memang di tengah hutan yang jauh dari pasar. Andi pun bergegas pergi, ia berjalan mengikuti langkah kaki, sembari memikirkan kata-kata ibunya. Ketika berjalan sekian jauh, Andi pun tak sadar bahwa ia sekarang sudah di tengah hutan.
Ketika Andi sedang berjalan, lalu seekor lebah terbang mengelilinginya. Andi pun risih dengan lebah itu dan mengibas-ngibaskan tangannya, mengusir lebah itu. Lebah itu pun pergi dan Andi melihat ke atas, ternyata lebah itu hinggap di sarang yang besar yang menempel di salah satu pohon. Seketika itu, andi berpikir bahwa sarang lebah itu, menghasilkan madu, mungkin bisa dijadikan pemanis untuk masakan Ibunya.
Tanpa pikir panjang, Andi pun bergegas memanjat pohon itu dan mengambil kayu untuk meruntuhkan sarang lebah tersebut. Sarang lebah jatuh ke tanah, andi pun turun dari pohon, dan ketika ia ingin mengambil madu, ia diserang oleh ribuan lebah. Andi kaget dan refleks mengambil madu itu dan bergegas lari.
Setibanya di rumah, andi bergegas menuju dapur menemui emak. Ia menutup mukanya dengan kaos.
“emak, ini pemanis buat masakan emak.” ujar andi sambil menyodorkan bungkusan yang berisi madu.
Emak pun heran, ” apa ini, nak?”.
Emak lantas membuka bungkusan itu, “ madu? Dari mana kau dapat, nak?”.
Andi hanya diam.
Emak menatap Andi tajam. “ kenapa wajahmu?”, emak lalu membuka kaos penutup wajahnya.
Emak pun kaget melihat andi dengan luka sengatan lebah di mukanya.
“Maafkan Andi mak, Andi hanya ingin mencarikan emak gula buat masakan emak, biar emak senang dan gak kebingungan lagi.” Ujar Andi merintih sambil terisak.
Emak langsung memeluk Andi erat. Air matanya menetes. Ia dapat melanjutkan masakannya untuk berbuka puasa nanti.






0 komentar:
Posting Komentar