RSS

Kekerasan pada Tayangan Anak-anak di Televisi

Latang Belakang Masalah
            Pada jaman ini, media eletronik merupakan media yang mampu menyebarkan berita atau informasi yang cepat dan memiliki jumlah penonton yang tak terhingga.  Perkembangan teknologi informasi dan media massa, saat ini telah memasuki era tanpa batas. Setiap orang termasuk anak-anak dapat mengakses informasi melalui berbagai media massa termasuk televisi. Tayangan anak-anak merupakan salah satu tayangan yang disuguhkan oleh televisi.  Bahkan bagi anak-anak, tayangan televisi tidak dapat dipisahkan dari kesehariannya dan sudah menjadi agenda wajib bagi mereka.
            Saat ini, banyak anak yang lebih suka berlama-lama berada di depan media elektronik daripada belajar, bahkan hampir lupa dengan waktu makannya. Sesuai dengan tingkat perkembangannya, anak-anak memiliki kecenderungan untuk meniru hal apapun yang mereka lihat dari lingkungannya. Tanpa mempertimbangkan manfaat atau kerugian dari tayangan yang ditontonnya. Hal ini terjadi, karena anak-anak belum cukup memiliki daya pikir yang kritis, sehingga mudah percaya dan terpengaruh dari media yang dikonsumsinya. Itulah sebabnya mereka memerlukan sebuah tayangan sebagai hiburan khusus untuk anak, yaitu sebuah tayangan yang seharusnya mempunyai nilai edukasi yang baik.
            Tayangan anak yang ada di televisi kerap kali menimbulkan perdebatan. Hal ini dikarenakan adanya fakta yang menyatakan bahwa tayangan anak mengandung banyak unsur-unsur negative, yang justru membawa pengaruh buruk pada perkembangan diri dan mental anak. Salah satu pengaruh buruk yang ada di tayangan televisi adalah pada penyebaran nilai-nilai kekerasan yang ada di dalamnya.
            Dari hasil kajian yang dilakukan oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) pada tahun 2009 ditemukan bahwa unsur kekerasan merupakan unsur pelannggaran yang dominan pada program tayangan anak-anak. Dengan berpedoman dengan P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Penyiaran), unsur kekerasan pada program anak tersebut ditemukan pada bentuk penayangan adegan kekerasan yang mudah ditiru anak-anak. Pertama, menampilkan kekerasan secara berlebihan sehingga menimbulkan kesan kekerasan adalah hal yang lazim dilakukan. Kedua, kekerasan dalam hal ini tidak saja dalam bentuk fisik, tetapi juga verbal, seperti memaki dengan kata-kata kasar.

Landasan Teori
Kekerasan
            Menurut Wikipedia, kekerasan berasal dari bahasa latin, violentus yang berarti kekuasaan atau berkuasa. Kekerasan adalah prinsip dasar dalam hukum publik dan privat romawi yang merupakan sebuah ekspresi, baik dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang, yang dapat dilakukan perorangan atau sekelompok orang yang berkaitan dengan kewenangannya.
            Keragaman jenis kekerasan:
a)      Kekerasan yang dilakukan perorangan, yaitu perlakuan kekerasan dengan menggunakan fisik (misalnya, kekerasan seksual), verbal (termasuk menghina), psikologis (pelecehan), dalam lingkup lingkungannya.
b)     Tindakan kekerasan yang tercantum dalam hukum publik, yaitu tindakan kekerasan yang diancam oleh hukum pidana baik secara sosial, ekonomi maupun psikologis.
c)      Kekerasan simbolik (Bourdieu, Theory of symbolic power), merupakan tindakan kekerasan yang tidak terlihat atau kekerasan secara struktural atau kultural (Johan Galtung, Cultural Violence), dalam beberapa kasus dapat juga merupakan fenomena dalam penciptaan stigmasisasi.
            Kekerasan merujuk pada gerakan agresi dan pelanggaran (penyiksaan, pemerkosaan, pemukulan,dll), yang dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. Istilah kekerasan juga berkonotasi cenderung agresif untuk melakukan perilaku yang merusak.

Teori Perkembangan Anak

              Jumlah kekerasan yang ditonton di televisi pada anak usia 7 tahun berhubungan secara signifikan dengan keseriusan tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan seseorang saat dewasa, sehingga dapat disimpulkan bahwa tayangan kekerasan di televisi dapat menyebabkan tindakan agresi pada anak-anak (Huesmann, 1986). Beberapa pengkritik menyatakan bahwa pengaruh tindakan kekerasan menyebabkan pengaruh agresi (Freedman, 1984). Kekerasan di tayangan televisi tentu saja bukanlah satu-satunya penyebab agresi, tetapi kekerasan di televisi dapat mempengaruhi perilaku agresi dan antisosial pada anak-anak. Menurut Sears (1991), faktor yang mempengaruhi perilaku agresi pada anak, yaitu proses belajar dan peniruan (imitasi).
              Tahap awal dari belajar adalah proses imitasi. Dengan kata lain, berbagai materi yang masuk dalam benak seorang anak yang sedang menambah pengetahuannya akan teraktualisasi dalam perilaku meniru. Materi film yang terserap ke dalam jiwa anak-anak menjadi materi pembelajaran yang menambah pengetahuan dan terimplementasikan dalam bentuk perlakuan fisik yang dapat direkam oleh lingkungan sekitarnya. Pengaruh yang dapat ditimbulkan dari tayangan kekerasan bervariasi, tergantung dari usia anak, jenis kekerasan yang dilihat, dan juga seberapa sering anak melihat kekerasan tersebut.

Televisi
              Media dapat memberikan efek yang tajam terhadap penontonnya, karena:

              Pertama, media memudahkan orang untuk mempelajari cara-cara baru kekerasan yang kemungkinan besar tidak terpikirkan sebelumnya. Disebut juga dengan copycats crime, dimana kekerasan yang bersifat fiksi maupun nyata yang ditayangkan oleh media, kemudian ditiru oleh orang lain di tempat lain dengan alasan mendapatkan hasil yang serupa.
            Kedua, desensitization effect, berkurang atau menghilangnya kepekaan kita terhadap kekerasan itu sendiri. Studi menunjukkan akibat dari banyaknya menonton tayangan kekerasan, orang tidak lagi mudah merasakan penderitaan atau rasa sakit yang dialami orang lain (Baron, 1974 dalam Baron & Bryne, 2000).
            Ketiga, periklanan menganggap tayangan kekerasan lebih menjual. (Bushman, 1998, dalam Baron & Bryne, 2000) menemukan bahwa orang yang menonton kekerasan, kemungkinan besar hanya mampu sedikit mengingat isi dari tayangan komersial atau iklan.

Data dan Analisis Data

            Untuk mengetahui adanya unsur kekerasan yang terdapat pada tayangan anak-anak di televisi, penulis mencoba melakukan observasi dengan mengamati dan menganalisa tayangan anak pada tiga stasiun televisi diantaranya, RCTI,Global TV, dan Trans 7.
Hasil Observasi adalah sebagai berikut;

Stasiun Televisi
Tanggal dan waktu
Nama Tayangan
Bentuk Kekerasan
A.                  RCTI
Minggu, 18 Desember 2011 pukul 07.30 WIB
Crayon Sinchan
·                     Teman sinchan menngejek sinchan
·                     Ibu Sinchan memukul kepala sinchan


Minggu, 18 Desember 2011 pukul 08.00 WIB
Doraemon
·                     Giant marah kepada Nobita
·                     Nobita di bully oleh Giant

B.                  Global TV
Minggu, 18 Desember 2011 pukul 04.30 WIB
Dora The Exploler
Tidak ada Unsur kekerasan

Selasa, 20 Desember 2011 pukul 07.00
Spongbob
·                     Spongbob dicapit oleh Mr.Crab
·                     Spongbob diejek dan ditendang Patrix

C.                  Trans 7
Selasa, 20 Desember 2011 pukul 13.00 WIB
Laptop si Unyil
Tidak ada bentuk kekerasan

Selasa, 20 Desember 2011 pukul 14.30
Koki Cilik
Tidak adan bentuk kekerasan


Analisis Data
            Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya bentuk kekerasan pada tayangan anak yang ada di sebagian stasiun televisi. Jenis kekerasan tersebut misalnya, jenis kekerasan fisik (memukul, menendang,dll), verbal (mengejek, memarahi,dll), psikologis (bullying).
            Di masing-masing stasiun televisi adanya perbandingan mengenai perbedaan dalam tayangan kekerasan, yaitu seperti di RCTI dan Global TV yang terdapat unsur kekerasan, sedangkan di Trans 7 tidak ada unsur kekerasan melainkan unsur edukasi.

Kesimpulan dan Saran
            Dengan demikian, berdasarkan teori perkembangan anak, maka tayangan anak-anak di televisi yang mengandung kekerasan tidak pantas ditonton. Karena mengandung unsur kekerasan yang frekuensi kemunculannya cukup tinggi. Sehingga keberadaannya bukan lagi dimaksudkan untuk mengembangkan cerita, namun sudah menjadi inti atau bagian utama. Kekerasan-kekerasan yang dimaksudkan pun tidak hanya dinilai dari perkataan kasar dan perkelahian. Namun ada juga kemungkinan bahwa anak-anak meniru dan mengaplikasikannya di kehidupan nyata. Dalam masalah ini, seharusnya orang tua memilliki peran penting untuk mengawasi anaknya agar tidak menonton tayangan kekerasan.

Daftar Pustaka

Papalia, Diane. E, Olds, Sally Wendkos, & Feldman, Ruth Feldman. 2009. Human Development (Perkembangan Manusia). Jakarta: Penerbit Salemba Humanika
Rahmat, Jalaluddin. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
Nuryanti, Lusi. 2008. Psikologi Anak. Klaten: Penerbit PT. Macanan Jaya Cemerlang.
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
Wikipedia.com



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Cirebon is my Culture

Kebudayaan yang saya ambil untuk menjadi topik dalam tugas  mengidentifikasi unsur kebudayaan kali ini adalah budaya daerah asal saya yaitu Kebudayaan Cirebon. Sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui unsur-unsur kebudayaan. Unsur-unsur kebudayaan antara lain : Bahasa, Sistem Pengetahuan, Organisasi Sosial, Sistem Peralatan Hidup dan teknologi, Sistem Mata pencaharian, Sistem Realigi, dan Kesenian. Kebudayaan cirebon yang terkait dengan unsur-unsur tersebut antara lain :
·         Bahasa
Letaknya yang secara geokultur berada di perlintasan dua kebudayaan besar membuat masyarakat di Cirebon, Indramayu, dan (sebagian) Majalengka (Ciayumaja) memiliki dua bahasa ibu. Perjalanan sejarahnya yang panjang kemudian membentuk peta kebudayaan yang mencerminkan adanya tarik-menarik pengaruh di antara dua kebudayaan  besar  tadi.
Yang dimaksud dua kebudayaan besar itu ialah Sunda di sebelah barat dan selatan, serta Jawa di sebelah timur dan utara. Pengaruh Sunda, dalam sejarahnya lebih bersifat politis karena Cirebon (Ciayumaja) dijadikan sebagai bagian dari wilayah kekuasaan (geopolitik) kerajaan-kerajaan Buddha-Hindu Kuno seperti Galuh, Pajajaran, dan Sumedang Larang.
Sementara pengaruh Jawa, lebih bersifat kebudayaan (geokultur) melalui interaksi sosial yang terbentuk karena letak geografis pesisir pantura yang strategis sebagai sentra perdagangan. Masuknya Islam pada abad ke-15 sampai ke-16, di antaranya lewat syiar Islam Sunan Gunung Djati yang menggunakan bahasa Jawa, seolah makin mempertegas pengaruh Jawa secara kebudayaan di wilayah tersebut.
Tarik-menarik di antara dua kebudayaan besar tadi, dalam perjalanannya, kemudian menghasilkan suatu kebudayaan tersendiri, yakni apa yang sampai sekarang disebut dengan kebudayaan Cirebon. Dari sisi kebahasaan, masyarakat yang berdiam di Ciayumaja, sampai sekarang lalu mengenal dua bahasa ibu (dwibahasa), yakni Sunda dan Jawa.
bahasa-jawa-cerbon-dermayonDari sisi kebahasaan (bahasa ibu) tadi, terbentuk pula peta dua bahasa yang bila merunut lewat kronologi sejarah atau proses terbentuknya konstruksi sosiologis dan antropologis masyarakatnya, menggambarkan intensitas pengaruh dari dua kebudayaan besar tadi (Sunda dan Jawa). Dalam konteks kewilayahan secara administratif  kenegaraan masa sekarang, di antara lima daerah, yakni Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan (Ciayumajakuning), hanya masyarakat Kuningan yang bahasa ibunya sama dengan daerah Pasundan umumnya, yakni bahasa Sunda. Empat daerah lainnya, yakni Ciayumaja, mengenal dua bahasa ibu, Sunda dan Jawa.
Akibat tarik-menarik pengaruh tadi, terbentuk entitas kebudayaan tersendiri yang disebut kebudayaan Cirebon. Dari segi bahasa, juga kemudian membentuk bahasa tersendiri, yakni yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai Sunda Cirebon atau juga Jawa Cirebon.
Kata “Cirebon” menunjukkan bahasa Sunda yang dipakai masyarakat Ciayumaja, terdapat kekhasan, pun demikian dengan bahasa Jawa. Ada perbedaan-perbedaan dengan Sunda atau Jawa mainstream, terutama pada dialek (irama bahasa) dan idiolek (ragam bahasa).
Perbedaan yang terasa itu pada dialek dan idiolek. Sunda yang digunakan wong Cerbon, beda dengan Sunda mainstream. Juga dengan bahasa Jawanya. Dari fenomena itu muncul “peng-aku-an” bahwa Cirebon ya Cirebon, bukan Sunda maupun Jawa.
Pada fenomena itu, terdapat pula sisi keanehan, yakni bahwa bahasa Sunda dan Jawa yang digunakan masyarakat di Ciayumaja, terdapat kosakata “Sunda Buhun” dan “Jawa Kuno” yang di masyarakat Pasundan atau Jawa sudah tidak lagi digunakan.
Untuk bahasa Jawa, misalnya kata bobat (bohong), masyarakat Jawa (di Jateng dan Jatim) sudah sama sekali tidak mengenal. Untuk menyebut “bohong”, rata-rata orang Jawa menyebut dengan lombo atau nglombo atau ngapusi.
Kata bobat ini merupakan bahasa Jawa kuno yang oleh rata-rata masyarakat Jawa sendiri sudah tidak digunakan. Padahal, di balik kata bobat ada peristiwa sejarah yang sangat dramatis dan menimbulkan trauma bagi masyarakat Sunda umumnya, yakni Perang Bubat, (bubat berasal dari kata bobat) atau perang bohong-bohongan yang terjadi ketika sepasukan tentara Majapahit, atas perintah Patih Gajah Mada, menyerang rombongan Putri Padjajaran Diah Pitaloka (diyakini di daerah Majalengka) sekadar untuk menggagalkan perkawinan Prabu Hayam Wuruk dengan putri Kerajaan Sunda itu.
Ini berbeda dengan masyarakat yang berhasa Jawa. Sama dengan Jawa umumnya, mengenal tingkatan bahasa antara ngoko, kromo, dan kromo inggil. Bedanya di Ciayumaja hanya mengenal dua tingkatan, yakni ngoko (Jawa kasar) dan kromo (Jawa halus).
Di antara masyarakat berbahasa ibu Jawa di Ciayumaja juga terdapat beragam perbedaan dialek dan idiolek. Misalnya masyarakat Cirebon barat (Plered dan sekitarnya), utara (Suranenggala, Kapetakan) sampai Krangkeng dan sebagian Karangampel (Indramayu), dialek dan idioleknya hampir sama, yang menonjol pada penggunaan huruf “O”, misalnya kata “tentaro” untuk “tentara“, “siro” untuk “sira” (engkau, kamu), ini berbeda dengan masyarakat Cirebon kota dan Indramayu pada umumnya yang huruf “A” tetap dibaca “A” (tidak “O”). Rata-rata wong Dermayu menyebut “aku” dengan kata reang, sedang wong Cerbon isun.

·         Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan maasyarakat Cirebon dahulu kala, masih menganut paham animisme dan dinamisme yang dibawa oleh nenek moyang mereka. Sehingga kepercayaan bahwa benda-benda memiliki roh dan percaya akan makhluk halus memunculkan mitos-mitos dan petuah-ptuah zaman dahulu. Misalnya, Seorang gadis dilarang untuk duduk di pintu, karena mitosnya kelak nanti jodohnya balik lagi. Selain itu, ada juga yang mengatakan Kalau seorang gadis harus menyapu dengan bersih jangan sampai meninggalkan sisa kotoran dilantai karena mitosnya kalau menyapunya tidak bersih nanti suaminya jenggotan. Mitos-mitos tersebut jika di telaah memang tidak rasional dalam pikiran kita, tetapi sampai sekarang mitos tersebut masih diyakini oleh beberapa penduduk di Cirebon. Tetapi ketika kemajuan teknologi dan modernisasi mulai diperkenalkan di daerah Cirebon, pengetahuan masyarakat Cirebon sudah semakin modern, banyak yang berfikir kritis dan lebih rasional , sehingga ada juga sebagian orang yang sudah tidak meyakini mitos-mitos nenek moyang tersebut.
Karena seiring perkembangan zaman, kini masyarakat sudah mulai sadar akan kemajuan teknologi dan sains. Masyarakat mulai mencoba untuk berkenalan dengan medis karena di daerah Cirebon sudah banyak di bangun Rumah Sakit dan Pusat pelayan kesehatan lainnya. Mungkin ada juga sebenarnya di daerah yang sangat terpencil, misalnya daerah gunung Ciremai yang sangat jauh dari pusat kota Cirebon, karena letaknya di pinggiran hutan gunung Ciremai. Ada masyarakat yang masih menganut atau mempercayai orang-orang pintar ( seperti, dukun atau kyai). Mereka biasanya pergi ke dukun karena tradisi lingkungan masyarakat mereka masih meyakini hal-hal spritual seperti itu, atau pun karena faktor keterjangkauan sangat sulit bagi mereka untuk ke rumah sakit karena bertempat tinggal di pinggiran hutan.

·         Organisasi Sosial
Gambaran tentang pembentukan kota Cirebon.
 Dulu, daerah ini dikuasai oleh Kerajaan Galuh dan Sunda dari Kerajaan Siliwangi yang bermarkas di daerah Kawali Ciamis. Daerah ini disebut Kebon Pesisir setelah dihuni oleh 52 orang. Pembangunan kota ini dipimpin oleh Ki Somadullah, seorang santri Syaikh Datul Kahfi di Pondok Pesantren Gunung Amparan Jati (Sekarang di Desa Istana Gunung Jati). Pembentukan kota itu terjadi pada 14 Bagian Terang (Sukia-Paksa) bulan Caitra tahun Saka 1367, bertepatan dengan tanggal 8 April 1445 M., atau 29 Zulhijjah 847 H., dibulatkan menjadi 1 Muharram 848 H. Tahun inilah yang kemudian dijadikan lahirnya Kota Cirebon. Kota ini, dulu disebut Kebon Pesisir dan masyarakat memilih Ki Danu Sela sebagai Kuwu pertama, karena dia sudah menetap di desa itu selama 5 tahun. Kuwu itu diberi gelar Ki Ageng Pengalang-Alang. Ki Danu Sela (Kuwu) sejak dulu senang menagkap ikan dan udang-udang kecil (rebon) di kali yang ada dekat rumahnya, hingga akhirnya penangkapan udang-udang itu banyak diikuiti oleh masyarakat. Sedangkan Ki Somadullah penginisiatif pertama pembangunan kota itu, dijadikan sebagai wakil kuwu, dengan gelar Ki Cakrabumi (Pangraksa Bumi).Dalam keadaan seperti itu, Ki Somadullah disuruh oleh gurunya agar dia menunaikan ibadah haji bersama adik kandungnya yang bernama Nyi Mas Rarasantang. Sedangkan istrinya, Nyi Endang Geulis tidak dapat ikut mendampingi suami, karena sedang hamil. Setelah pulang dari Makkah-Madinah (1447 M) Ki Cakrabuana diberi nama Haji Abdullah Iman. Dia menetap terus di Desa Kebon Pesisir yang kemudian dirubah menjadi Cirebon Larang. Setelah Ki Ageng Pengalang Alang wafat, maka H. Abdullah Iman diangkat menjadi Kuwu kedua, dengan gelar Pangeran Cakrabuana. Ki Somadullah alias H. Abdullah Iman adalah cucu Ki Ageng Tapa, ibunya adalah Nyi Subang Larang, yang menjadi santri Syaikh Qurro di Krawang, yang kemudian menikah dengan Prabu Siliwangi. Jadi H. Abdullah Iman (Kuwu Cirebon Larang II) yang menjadi santri Amparan Jati itu pada hakikatnya adalah anak sulung Prabu Siliwangi. Pada waktu Ki Kuwu memimpin, Kebon Pesisir itu banyak didatangi oleh orang dari berbagai daerah, Sunda, Jawa, Sumatera, Luar Jawa selain Sumatera, India, Cina, Persia, Irak, Arab, dan Syam (Siria). Tentu saja mereka memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Meskipun begitu keakraban mereka tampak kompak, ketika mereka membangun tajug (masjid) Jalagrahan. Setelah dua tahun berikunya, Pangeran Cakrabuana membangun Kraton Pakungwati, yang namanya diambil dari nama puteri sulungnya sendiri yang lahir dari Nyi Endang Geulis.
Sekarang kota Cirebon sudah membentuk pemerintahan umum seperti adanya Bupati dan Walikota beserta para aparaturnya . Akan tetapi budaya keratonnya masih tetap ada sampai sekarang. Di lingkungan keraton masih ada keturunan raja dan yang menjabat di kekuasaan tertinggi yaitu Sultan Cirebon.  Tetapi kekuasaan tertinggi sebagai Sultan Cirebon biasanya hanya untuk perhatian masyarakat sekitar keraton.
·         Sistem Mata Pencaharian.
Pada sistem mata pencaharian di Daerah Cirebon. Ada beberapa mata pencaharian yang terapat dalam daerah ini, mulai dari nelayan, petani, pedagang, industri, dll.
Di daerah pesisir selatan cirebon, masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Di pesisir cirebon dekat dengan lokasi Pelabuhan cirebon, disini bukan hanya nelayan, ada juga yang bekerja sebagai penambang batu bara, sebagai awak kapal, sampai ada juga yang membuka pabrik pembuatan trasi udang dan pengolahan bahan-bahan dari hasil laut.
            Di daerah pegunungan atau daerah kabupaten dekat dengan pusat kota Cirebon. Masyarakatnya menganut mata pencaharian sebagai Petani. Baik petani padi, ladang sayur maupun buah.
            Di daerah pusat kota, masyarakatnya mulai banyak berkarir, karena di pusat kota Cirebon sudah terdapat banyak gedung-gedung kantor dan pusat bisnis lainnya. Selain itu banyak yang berwirausaha, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
            Di daerah kabupaten yang tak jauh dari pinggiran kota, banyak terdapat pabrik-pabrik.  Ini sengaja di tempatkan di luar pusat kota, agar dalam prosesnya pabrik-pabrik yang ada di Cirebon tidak mengganggu lingkungan di Kota akibat limbah-limbah pabriknya.
·         Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Sistem peralatan hidup bagi masyarakat agraris misalnya petani dan nelayan. Mereka cenderung menetap di daerah tempat tinggalnya,  Teknologi yang digunakan sudah cukup ada sentuhan dari bantuan pemerintah Cirebon yang memfasilitasi para petani dalam menggunakan traktor dan pembagian benih atau bibit serta insektisida secara gratis. Untuk masyarakat nelayan sendiri, mereka juga mendapat bantuan dalam subsidi bahan bakar yang digunakan untuk nelayan mecari ikan. Tetapi subsidi-subsidi tersebut tidak secara rutin diberikan setiap bulannya, mungkin dua kali dalam satu tahun. Tetapi ada juga masyarakat yang masih menggunakan cara tradisional, meskipun sudah mendapat fasilitas dari pemerintah, mereka cenderung melestarikan cara manual atau tradisional yang sudah turun temurun dilakukan semenjak masa nenek moyangnya.
·         Sistem Realigi
Agama yang terdapat di Cirebon sama dengan daerah lain yang beragam, misalnya ada kristen, katolik,islam. Budha, hindu, dan konghucu. Tetapi mayoritas masyarakat cirebon memeluk agama islam. Ini dikarenakan oleh adanya salah satu Walisongo yang mengajarkan isla di daerah ini yaitu Sunan Gunung jati. Sampai saat ini, keraton Sunan Gunung Jati masi ramai dikunjungi para penziarah wali sanga.
·         Kesenian
Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Kota Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian Gembyung dan Sandiwara Cirebonan.
Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik.
Salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain adalah motif Mega Mendung, yaitu motif berbentuk seperti awan bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama.
Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452-1479), yang hingga kini masih kerap digunakan. Motif tersebut didapat dari pengaruh keraton-keraton di Cirebon. Karena pada awalnya, seni batik Cirebon hanya dikenal di kalangan keraton. Sekarang dicirebon, batik motif mega mendung telah banyak digunakan berbagai kalangan. Selain itu terdapat juga motif-motif batik yang disesuaikan dengan ciri khas penduduk pesisir.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1

Provoactive and Proactive

Korupsi adalah satu kata yang marak dibicarakan khalayak ramai. Dari masyarakat biasa sampai kalangan pejabar tinggi di seluruh dunia sudah mengenal istilah korupsi. Nampaknya korupsi sendiri menjadi permasalahan utama di bangsa ini. Tiap hari, ada saja kasus-kasus korupsi yang sering menyita perhatian. Dari mulai kasus Bibit dan Candra, Gayus Tambunan, sampai Nazaruddin dan Melinda Dee, sudah gencar berita itu diberitakan di berbagai media pers. Berita itu tiada henti di beritakan. Akan tetapi, melihat kasus korupsi yang silih berganti, berita-berita tersebut tidak harus selalu dipandang menjadi sisi berita yang negatif saja. Karena berita positifnya juga ada,itu berarti adanya juga upaya provocative yang dilakukan oleh media pers. Mereka melakukan upaya pemberantasan korupsi, dengan berhasil mengungkap kasus-kasus yang sebelumnya disembunyikan.
            Dahulu, pada zaman era reformasi tidak ada pejabat tinggi,eksekutif, gubernur, bupati, walikota, yang dijerat kasus korupsi. Tapi sekarang, di legislatif, puluhan anggota DPR dan ratusan anggota DPRD sedang dan telah mengalami proses hukum. Sama halnya dengan yudikatif, hakim, jaksa, polisi, advokat, kurator telah pula tertangkap tangan kasus suap-korupsi. Indonesia pasca reformasi adalah Indonesia yang lebih demokratis. Negara yang lebih antikorupsi, lebih transparan dan partisipatif. Sehingga kebebasan pers berkembang pesat di era ini. Pers yang makin bebas pasca reformasi adalah salah satu elemen vital yang menguatkan upaya pemberantasan korupsi. Pemberitaan kasus korupsi yang terus hadir membuat kita disadarkan bahwa korupsi masih terus diberantas.
            Saya pribadi pun, setuju dengan pers karena khalayak umum mengetahui berita korupsi datangnya dari pers. Selain itu terkadang pemerintah KPK sendiri mengetahui berita atau laporan korupsi pertama dari pers. Dan pasca reformasi ini, atau sebulah beberapa tahun ini, President kita Pak Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sangat respect atau tanggap dengan aksi pemberantasan korupsi, dengan didirikannya KPK. KPK itu sendiri adalah upaya pemerintah untuk memberantasan korupsi. Walaupun tidak semuanya koruptor terjaring semua oleh KPK. Hanya dengan ukuran batas kekayaan hasil korupsi tertentu, yang bisa ditindak lanjuti ke proses hukum. Tapi setidaknya itu sudah menjadi bukti awal, bahwa negara kita sudah tanggap untuk memberantas korupsi.
            Kalau menurut ka Panji, salah satu upaya pemberantasan korupsi juga ditunjang oleh anak mudanya. Mengapa begitu? Karena dari zaman 1908 sampai sekarang, negara ini lebih hidup karena aksi pemudanya yang aktif menciptakan perubahan-perubahan untuk bangsanya. Masih ingatkah anda dengan peristiwa tahun 1908, 1945,? Di tahun 1908, pemuda Indonesia menciptakan organisasi kepemudaan yaitu Budi Utomo yang dipelopori Sutomo beserta kawan-kawannya, Masih ingatkah anda ketika Para pemuda Indonesia menculik Soekarno ke Rengasdengklok dan membujuknya untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, Jika saat itu pemuda tidak segera membujuk Soekarno untuk memproklamirkan kemerdekaan, berapa lama lagi bangsa kita merdeka, Ingatkan anda dengan Ki hajar Dewantara yang dulu ia belum lulus sarjana tapi ia berani dan mau untuk mendirikan taman belajar untuk rakyat Indonesia. Masih ingatkan anda, dengan  peristiwa Hari Kebangkitan Nsional, dimana banyak pemuda yang menentang kepemimpinan orde baru dan mereka mempertaruhkan nyawanya untuk menciptakan perubahan ideologi yang lebih demokratis. Itu semua menunjukkan pada kita, bahwa betapa besar peran dan pengaruh aksi Pemuda Indonesia dalam menciptakan perubahan yang positif untuk negeri ini. Kita juga sebagai pemuda, harus yakin bahwa kita bisa menciptakan perubahan dan memerangi korupsi di Indonesia, negeri kita tercinta.
            Menciptakan perubahan tersebuh dengan provocative dan proactive. Hal tersebut bukan dipersepsikan bahwa kita harus menyuarakan kata-kata “antikorupsi” melalui facebook atau twitter atau hanya berkoar-koar sepanjang  jalan. Kata ka Panji, Beliau pernah melihat  gerakan antikorupsi yang turun ke jalan. Mereka menyuarakan dan berkoar gerakan antikorupsi secara berkelompok dengan membawa bendera organisasi mereka masing-masing yang besar. Mereka membawa bendera Organisasinya yang besar tersebut dan aksis dengan mereka kelompok mereka sendiri tanpa mau berbaur dengan kelompok lain dengan terus berkoar dan mengibarkan bendera organisasinya. Padahal alangkah indahn ya kebersamaan, jika mereka bersatu menyuarakan bersama-sama dengan mengatasnamakan bendera Merah putih dan Negara Republik Indonesia.
            Nah selanjutnya, yaitu Proactive. Proactive disini bujannya kita numpang aksis dengan aktif kontra terhadap korupsi melalui bikin status di facebook, twitter atau jejaring sosial lainnya. Karena di balik jejaring sosial tersebut itu membuat kita terkurung dalam dunia maya dan malas bergerak di dunia nyata. Kita juga mesti Proactive dalam artian kita harus turut andil dalam mengamalkan potensi yang kita miliki untuk mengurangi virus-virus korupsi. Dimulai dari diri kita sendiri, yang harus bersikap antikorupsi. Misalnya mengakui kesalahan saat ditilang polisi, bukannya malah kasih uang damai kepada polisi tersebut.
            Mengamalkan potensi yang ada dalam diri kita untuk membantu memberantas korupsi. Ini dalam artian begini. Misalnya, Seorang ka Panji Pragiwaksono. Ia adalah seseorang yang mempunyai potensi dan bakat di bidang komunikasi yang baik. Ia biasa menjadi presenter, atau pembicara di berbagai seminar kepemudaan. Ia mendedikasikan dirinya untuk mengisi acara-acara seminar anti korupsi untuk dapat mengajak dan memberi motivasi kepada pemuda untuk optimis memberantas korupsi. Contoh lainnya, misalnya, jika anda adalah orang yang gemar dan mempunyai potensi dalam bidang menulis. Anda dapat menciptakan artikel atau bahkan buku yang berisi tentang antikorupsi. Atau bahkan jika anda anggota dewan atau pejabat tinggi. Jadilah anggota pemerintahan yang bersih dalam kinerjanya dan mempunyai kompetensi serta hati nurani.
            Menurut  ka Panji, di DPR itu, tidak semuanya jahat, dan tidak semuanya mempunyaib hati yang baik. Ada yang baik tetapi dia pura-pura jahat. Dia mencari tahu tentang gerak-gerik korupsi yang dilakukan oleh sesama anggota dewan. Lalu ia laporkan pada pers. Makannya jangan heran, ketika tiba-tiba muncul berita mengejutkan yang mengetahui dan menyelidiki berapa aset nominal yang dikorupsikan.
            Untuk menjadi generasi muda yang baik. Kita juga harus mempunyai jiwa sosial atau hati nurani. Ka Panji sendiri mengakui bahwa ia mendirikan Yayasan kanker Anak, beliau juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, bahkan tak jarang ia sering mengikutinya sampai ke daerah terpencil seperti NTT. Ternyata di daerah NTT, tingkat gizi buruk dan tingkat kematian anak menduduki presentase paling tinggi. Faktor yang menyebabkan ini terjadi adalah keadaan ekonomi yang jauh dari kata “sejahtera”. Karena di daerah ini, kurang mendapat perhatian dari pemerintah.
            Dengan memiliki hati nurani dan jiwa sosial yang tinggi, rasa ingin membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Itu memberi pelajaran pada kita bahwa banyak orang yang tersiksa hidupnya karena korupsi. Kucuran anggaran dana kesejahteraan rakyat yang seharusnya mereka dapatkan, malah dikorupsi oelh orang-orang yang tak punya hati nurani (koruptor). Selain itu kita juga harus lebih banyak bersyukur bahwa banyak rakyat di negeri ini yang memerlukan kesejahteraan.

Maukah kita bersama-sama berantas korupsi......???

Itu hanya hati kita yang tahu dan menjawab. Jika kita ingin memberantas korupsi jangan pesimis jika banyak problem yang datang ketika kita mulai menentang korupsi dan politik yang kotor. Karena  dalam setiap mengambil keputusan dan tindakan, pastilah ada resiko yang harus ditanggung.

Ø  Katakan TIDAK untuk KORUPSI....
Ø  KORUPSI...... NO WAY.....!
Ø  Simpati saja,,, tanpa berbuat apa-apa, percuma cuy,,,
Lebih baik yukk, sama2 bertindak meskipun kecil daripada tidak sama sekali,,,
Ø  Maukah anda mengorbankan kenyamanan anda untuk menciptakan perubahan untuk negeri ini??
Ø Mari satukan hati, satukan jiwa, satukan persepsi,, kita berantas KORUPSI…
Ø Jihad,,? Perangi korupsi…
Ø Jika kamu emang anak muda berhati nurani, ayo tunjukan integritasmu untuk berantas korupsi,,
Ø Skandal korupsi, suap, dan kriminal…. Sorry,, kaga ada dalam kamus gue… Pemuda Indonesia Sejati…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

menurutmu,, Korupsi di Indonesia seperti apa cy??

                Korupsi adalah satu hal yang marak di bicarakan khalayak ramai, Dari masyarakat biasa sampai kalangan pejabat di seluruh dunia sudah mengenal istilah korupsi.  Tiap hari kita di suguhkan dengan berita2  tentang   korupsi. Sehingga terkadang kita juga bosan dengan keadaaan korupsi yang sudah marak menyelimuti negeri  kita. Korupsi merupakan bentuk kecurangan yang dilakukan baik itu dalam kasus penyuapan, pemerasan penggelapan dana, dan nepotisme. Semua bentuk tindak  korupsi tersebut nampaknya sudah menjadi  budaya dan mengakar di berbagai tindakan masyarakat. Contoh sedrhananya, di lembaga pendidikan banyak mahasiswa yang membeli nilai atau gelar, banyak juga  calon mahasiswa yang menyuap ketika ia  tidak lulus di universitas impiannya, sang guru juga terkadang ada yang mencari peluang untuk melakukan korupsi contohnya dengan memungut uang dari muridnya tanpa sebab yang jelas. Selain itu kita juga sering melihat polisi yang mencari kesempatan untuk mencari2 kesalahan seorang pengemudi, membayar uang tanda terimakasih pada RT saaat pembuatan KTP,   hal-hal  seperti itu meerupakan korupsi, bukan? Diadalamnya terdapata unsur2 bentuk korupsi Sungguh memprihatinkan bila hal-hal sederhana seperti yang terjadi di lingkungan kita sudah di warnai dengan kasus korupsi.
                Tindakan korupsi seperti ini harus di berhentikan, budaya korupsi juga harus dihilangkan, kita tidakm ingin kan, di juluki sebagai Negara yang punya kultur korupsi.  Tentu saja karena korupsi sendiri adalah kata yang negative yang mempunyai tindak criminal. Bagaimana caranya untuk memngurangi korupsi??
Pemuda. Pemuda adalah salah satu elemen masyarakat yang dapat membantu untuk mengurangi korupsi. Karena pemuda adalah generasi bangsa yang nantinya akan berkiprah untuk memanaje bangsanya sendiri.  Kita sebagai remaja harus mempunyai integritas dan moral yang tinggi, selain itu kita juga harus mempunyai hati nurani dan  jiwa sosial, karena dengan mempunyai jiwa sosial kita memnjadi peka akan lingkungan  sekitar . Karena yang kita tahu banyak masyarakat yang menderita karena korupsi. Selain itu kita mulai dari diri sendiri, bagaimana kita berrsikan adil dan jujur dalam melakukan perbuatan dan maukah kita keluar dari zona nyaman untuk optimis memberantas korupsi. Contohnya kita harus berani menerima kesalahan jika kita memang salah lalu di tilang polisi dengan denda yang setimpal bukan memberikan uang damai.
Selain itu penegakan hokum yang baik juga sangat berpengaruh dalam menindak kasus korupsi. Maka dari itu, sangat diharapkan sekali hokum di Indonesia dapat berjalan layaknya hokum sesungguhya yang di dalamnya terpilih pemerintah/aparat yang mempui intergritas dan moral yang baik. Manya butuh adsanya komitmen yang ditujukan oleh pemimpin dan aparatur pemerintahan dalam menegakan hukum.
Sebenarnya badan antikorupsi juga mempunyai pengaruh penting. Di Indonesia sendiri sudah ada KPK yang memnindak lanjuti kasus2 korupsi sehingga membawa dampak yang cukup signifikan dalam upayanya memberantas korupsi.  Tantangannya disini adalah tinggal bagaimana KPK dapat memanagement kinerja para anggotanya untuk komitmen dan punya nilai integritas dan professional dalam kinerjanya,,
Cukup sekian dan Terimakasih…                                                                                By : Atin Yakutin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Kasus Sidang Nazzarudin

Mata kuliah Anti Korupsi
Kasus Sidang Nazzarudin
Pada hari rabu, 14 Desember 2011 saya mengikuti mata kuliah antikorupsi. Pada hari itu, saya mengikuti sidang lanjutan dari kasus korupsi Nazzarudin di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.  Pada persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang diketuai Darmawati Ningsih menolak semua keberatan terdakwa dan kuasa hukum Muhammad Nazaruddin. Jaksa pun meminta hakim melanjutkan sidang kasus suap wisma atlet SEA Games di Palembang. Kasus ini terkait dengan kasus korupsi dalam bentuk hadiah.

Pada persidangan itu, JPU mengatakan bahwa surat dakwaan terdakwa Muhammad Nazarudin telah memenuhi syarat formil maupun materil dan dapat dijadikan dasar dan landasan untuk memeriksa terdakwa. Pendapat penuntut umum tidak sepihak dengan pengacara terdakwa karena keterangan tersebut diambil berdasarkan keterangan orang lain, keterangan sepihak, dank arena tidak adanya koordinasidenganterdakwa.

Saat sidang berlangsung terdakwa Nazarudin mengatakan  bahwa pertemuan dengan Dudung Purwadi dan Anas Urbaningrum di Casablanca tidak membicarakan wisma atlet melainkan proyek olahraga di Hambalang, Bogor. Menurur jaksa, masalah ini sudah masuk materi pokok perkara dan untuk itu perlu ada pembuktian mengenai masalah ini. Tetapi saat ditanyakan lagi di persidangan, Nazarudin tidak bersedia untuk menjawabnya. Nazzarudin mennngatakan,”Saya tidak besedia untuk memberikan keterangan selama KPK belum menyelesaikan penyelidikan yang lebih lanjut.” Sebenarnya Nazzarudin sudah diperiksa sebanyak 4 kali oleh penyidik KPK dan ditandangani oleh penasihat hukumnya.

Tanggapan Jaksa menilai terdakwa sebenarnya memahami isi surat dakwaan terkait penerimaan cek senilai Rp4,6 miliar dari PT Duta Graha Indah (DGI) termasuk ketentuan pidana terdakwa. Karena itu kewajiban JPU untuk memberikan penjelasan tidak diperlukan lagi. Bukti yang didapat dari kasus Nazarudin ini, yaitu empat lembar dari Bank BCA, satu lembar dari Bank Mega, bukti itu didapat dari brangkas PT.Anak Negeri, Tbk.

Jaksa mengatakan bahwa apakah surat dakwaan tidak menjelaskan seluruhnya sudah masuki pokok perkara yang perlu dibuktikan di persidangan, alasan keberatan terdakwa ditolak,
Nazaruddin didakwa menerima suap dalam bentuk cek sebesar Rp4,675 miliar dari Marketing Manager PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Uang ini diduga untuk memuluskan proyek wisma atlet. (eh)
Terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin, kembali menuding pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu merasa dizalimi karena ditetapkan sebagai pesakitan. Nazaruddin juga meminta agar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memeriksa harta kekayaan pimpinan KPK setelah masa jabatan mereka berakhir pada 17 Desember. Nazaruddin yang didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris, juga mengatakan bahwa dakwaan atas dirinya yang disusun tim jaksa penuntut umum merupakan rekayasa.
"Karena sampai sekarang saya tidak pernah ditanya poin-poin wisma atlet. Ada hal yang tidak dipahami saya lihat oleh JPU tentang tugas anggota DPR. Saya ini kan anggota komisi III DPR. Tidak bisa secara substansi ataupun secara umum mengambil kebijakan itu dan intervensi Komisi X jelas sekali soal perusahaan itu tidak pernah ditunjukkan akta," kata Nazarudin saat ia menngemukakan pernyataan kepada Hakim ketua menanggapi pernyataan jaksa penuntut umum. Sementara tim jaksa penuntut umum mengatakan bahwa Nazaruddin menolak memberikan keterangan selama empat kali diperiksa di KPK.Dari perdebatan di persidangan itu akhirnya sidang di tunda dan dilanjutan lagi minggu depan.  


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Cerita Mini "Pemanis Untuk Emak"

Saat ini bulan Ramadhan. Andi duduk di bawah pohon yang rindang. Ketika itu ia sedang bersantai  di pohon dekat rumahnya.
 Tiba-tiba datanglah Ibuya Andi yang mondar-mandir keluar rumah. Melihat itu, Andi pun heran dan menegur ibunya,” emak ngapain kok mondar-mandir melulu?” seru Andi.
Emak Andi pun menghampiri anaknya,” ini loh, emak bingung,  dari tadi emak nyariin gula buat masakan emak, tadi udah cari di warung, tapi gak ada, emak ga mungkin pergi ke pasar, pasar terlalu jauh, kagak cukup waktunya pan dah mau maghrib, emak harus cepet kelarin masakannya buat buka puasa di mushola nanti.” Sahut emak.
Andi diam sejenak. “Hmnnn… emak udah cari ke warung di kampung kita?” .
“Udah, tapi katanya kampung kita emang kehabisan stok gula, karena musim ujan ga berhenti-berhenti sehingga jarang orang pergi ke pasar.” Jelas emak.
Mendengar itu, andi pun prihatin, kampungnya memang di tengah hutan yang jauh dari pasar. Andi pun bergegas pergi, ia berjalan mengikuti langkah kaki, sembari memikirkan kata-kata ibunya. Ketika berjalan sekian jauh, Andi pun tak sadar bahwa ia sekarang sudah di tengah hutan.
Ketika Andi sedang berjalan, lalu seekor lebah terbang mengelilinginya. Andi pun risih dengan lebah itu dan mengibas-ngibaskan tangannya, mengusir lebah itu. Lebah itu pun pergi dan Andi melihat ke atas, ternyata lebah itu hinggap di sarang yang besar yang menempel di salah satu pohon. Seketika itu, andi berpikir bahwa sarang lebah itu, menghasilkan madu, mungkin bisa dijadikan pemanis untuk masakan Ibunya.
Tanpa pikir panjang, Andi pun bergegas memanjat pohon itu dan mengambil kayu untuk meruntuhkan sarang lebah tersebut. Sarang lebah jatuh ke tanah, andi pun turun dari pohon, dan ketika ia ingin mengambil madu, ia diserang oleh ribuan lebah. Andi kaget dan refleks mengambil madu itu dan bergegas lari.
Setibanya di rumah, andi  bergegas menuju dapur menemui emak. Ia menutup mukanya dengan kaos.
“emak, ini pemanis buat masakan emak.” ujar andi sambil menyodorkan bungkusan yang berisi madu.
Emak pun heran, ” apa ini, nak?”.
Emak lantas membuka bungkusan itu, “ madu? Dari mana kau dapat, nak?”.
Andi hanya diam.
Emak menatap Andi tajam. “ kenapa wajahmu?”, emak lalu membuka kaos  penutup wajahnya.
Emak pun kaget melihat andi dengan luka sengatan lebah di mukanya.
“Maafkan Andi mak, Andi hanya ingin mencarikan emak gula buat masakan emak, biar emak senang dan gak kebingungan lagi.” Ujar Andi merintih sambil terisak.
Emak langsung memeluk Andi erat. Air matanya menetes. Ia dapat melanjutkan masakannya untuk berbuka puasa nanti.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0